Sabtu, 18 September 2010

Nama saya rosandi hardiantini,,biasanya orang2 memanggil saya dengan panggilan "ocha".

Sabtu, 22 Mei 2010

MANAJEMEN PERBANKAN UMUM

MANAJEMEN PERBANKAN UMUM


1 . Karakteristik bank umum
Untuk memehami karakteristik bank umum(BU) terlebih dahulu perlu dicermati lapangan usahanya. Pasal 6 uu No 7/1992 jo UU No 10/1998 menyatakan bahwa usaha BU meliputi :
a) menghimpun dana dari masyarakat berbentuk simpanan berupa giro,deposito
b) menerbitkan surat pengakuan utang
c) memindahkan uang,baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.
d) Memberikan kredit

2 . Operasi kredit pasif
Sebelumn bank melakukan operasi kredit pada saat pendiriannya sudah ditentukan keharusan menyediakan sejumlah modal sendiri(equity). Modal sendiri itu mempunyai fungsi untuk :
1 . menutupi biaya pendirian
2 . memberi kepercayaan pada masyarakat untuk menaruh uangnya di bank.
3 . menutupi kemungkinan timbulnya kerugian.
4 . mempertinggi likuiditas dan solvabilitas.
5 . melakukan operasi kredit aktif yang lebih besar.

3 . Operasi kredit aktif
Operasi kredit aktif dalah kiat-kiat yang dilakukan oleh bank untuk mengelola dana yang dimiliknya secara aman dan menguntungkan. Karena itu perlu diatur strategi dan prioritas pengelolaan danayang dimiliki oleh bank,baik yang bersumber dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan.

Sumber keuntungan bank :
Sumber keuntungan bank sangat ditentukan oleh usaha yang dilakukan oleh bank seperti yang sudah dikemukakan.usaha itu dapat dikelompokan menjadi :
1 . pemberian kredit
2 . jual beli surat berharga
3 . jual beli valuta asing
4 . pemberian jasa-jasa.

Manajemen bank adalah bagaiman abank mengatur penggunaan dananya,yang disebabkan karena dana yang ada di bank sebagian besar milik orang lain.untuk itu diperlukan kebijaksanaan oleh bank dalam pengaturanpenggunaan dana tersebut. Kebijaksanaan ini terletak pada pemeliharaan keseimbangan yang tepat antara keinginan untuk memperoleh keuntungan(dengan jalan meminjamkan uangnya kepada orang lain atau menanamkannya dalam bentuk surat-surat berharga)dalam bentuk tingkata bunga dengan tujuan likuiditas dan solvabilitas bank.
Yang dimaksud dengan likuiditas disini adalah kemampuan bank tersebut membayar hutang-hutang jangka pendeknya. Pengukuran tingkat likuiditas ini dilakukan dengan membandingkan antara kewajiban(hutang) jangka pendek dengan alat-alat likuid.
Sedangkan solvabilitas adalah kemampuan untuk melunasi semua hutang-hutangnya (baik jangka pendek maupun jangka panjang).solvabilitas bank ini tergantung pada solvabilitas masing-masing langganannya

Jumat, 21 Mei 2010

ORGANISASI PERBANKAN

ORGANISASI PERBANKAN

1 . Organisasi Ekstern Perbankan
Organisasi perbankan meliputi semua persoalan mengenai susunan dalam dunia perbankan,baik secara individual maupun secara menyeluruh dalam suatu negara.organisasi ekstern membicarakan susunan perbankan secara keseluruhan,baik mengenai struktur,pemilikan maupun lapangan usaha bank-bank yang ada dalam suatu negara.
Organisasi perbankan di masing-masing negara tidak sama,perbedaan itu dapat dikembalikan pada 5 faktor yaitu :
a) sistem ekonomi yang dianut
b) sejarah perkembangan perbankan yang dialami
c) sistem perbankan
d) pemilikan bank
e) sifat dan tugas perkreditan yang dilakukan.

2 . Organisasi Intern Perbankan
Organisasi intern perbankan sangat bervariasi antara yang satu dengan yang lain,karena perbedaan besar kecilnya bank selera pimpinan dan sejarah perkembangan bank itu sendiri.
Jenis-jenis kantor bank :
a)kantor pusat
mengendalikan perencanaan,operasi dan pengawasan semua aktivitas usaha yang dilakukan oleh semua kantor cabangnya
b)kantor cabang penuh
menjalankan semua jenis usaha bank pusatnya dan menyelenggarakan tata usahanya sendiri.
c)kantor cabang pembantu
memberikan layanan secara terbatas
d)kantor kas kasmir
merupakan unit layanan yang paling kecil.

3 . Sistem Bank Sentral
Bamk sentral hanya terdapat dua macam sistem saja,yaitu sistem bank bercabang dan sistem bank tunggal.pada umumnya hampir semua negara menganut sistem bank bercabang. Ini berarti di sebuah negara hanya terdapat satu bank sentral dengan jaringan cabang-cabangnya,dimana dipandang perlu.mengingat peran bank sentral yang sangat fundamental dan strategis,yaitu menciptakan uang kartal dan memeliharastabilitas nilai uang,serta membina dan mengawasi beroperasinya bank-bank maka sudah merupakan gejalainternasional agar bank sentral dikuasai oleh pemerintah.
Bank sentral semula milik swasta dinasionalisasi.secara lebih rinci alasan nasionalisasi itu adalah sebagai berikut :
a)tugas bank sentral secara prinsipil menyangkut kepentingan umum,sehingga tidak tepat untuk diserahkan kepada pihak swasta
b)pemerintah semakin menyadari peranan bank sentral dalam menjalankan kebijakan moneter yang dapat berdampak luas di bidang ekonomi
c)bank sentral dalam menjalankan tugasnyabisa memperolh keuntungan yang besar atau sebaliknya mnederita kerugian yang tidak sedikit dan hal ini tidak wajar dinikmatiatau diserahkan kepada pihak swasta.

AKUNTANSI PERBANKAN

AKUNTANSI PERBANKAN

Dari lintasan timbulnya bank,telah diperoleh gambaran tentang apa yang disebut akuntansi perbankan.ada banyak definisi bank yang dikemukakan sesuai dengan tahap perkembangan bank. Definisi Menurut undang-undang pokok perbankan nomor 14 tahun 1967,bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam bentuk lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.

Tata perbankan di indonesia :
Ada semacam keharusan bagi setiap negara untuk menentukan hubungan dan kerja sama yang sebaik-baiknya antara pemerintah dan bank sentral.sejauh mana pemerintah mengambil peran dalam menetukan kebijakan moneter,serta bagaimana bank sentral membina dan mengawasi bank-bank,baik milik pemerintah,swasta asing maupun campuran tercermin dalam struktur perbankan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Struktur perbankan zaman hindia belanda berpengaruh besar terhadap struktur perbankan setelah kemerdekaan. Struktur perbankan pada awal kemerdekaan juga dipengaruhi oleh faktor lain yaitu :
1 . inflasi yang kronis melanda kehidupan ekonomi indonesia.
2 . tabungan nasional sangat rendah.
3 . sustem pembayaran yang mengutamakan uang kartal,peranan uang giral masih sangat kecil.
4 . dunia perbankan juga menghadapi kesulitan yang terdidik.
5 . kedudukan bank devisa yang sabgat dominan dan berpusat di jakarta.
6 . Lokasi geografis bank-bank yang berpusat di jawa,terutama di jakarta.
7 . Organisasi perhimpunan ban-bank belum cukup memberikan kesempatan untuk melatih tenaga perbankan dan usaha ke arah pengembanagn dunia perbankan.

Fungsi dalam akuntansi perbankan :
1 . Fungsi perantara yaitu penyediaan kemudahan untuk aliran dana dari mereka yang mempunyai dana nganggur atau kelebihan dana selaku penabung (saver( atau pemberi pinjaman (lender) kepada mereka yang memerlukan atau kekuranagn dana untuk memenuhiberbagai kepentingannya selakupeminjam (borrower).
2 . Fungsi Transmisi yaitu berkaitan dengan peranan bank dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang dengan menciptakan instrumen keuangan seperti penciptaan uang kartal oleh bank sentral,uang giral yang dapat diambil atau dipindahtangankan dengan menggunakan cek atau bilyet giro yang dilakukan oleh bank umum.

Jenis-jenis perbankan :
1 . ada tidaknya hak untuk menciptakan tenaga beli baru.
2 . fungsi
3 . kepemilikan

Sasaran sistem akuntansi perbankan :
1 . sebagai sistem akuntansi manajemen
2 . sebagai sistem costing
3 . sebagai sistem pengawasan
4. sebagai sistem laporan kepada penguasa moneter

Akuntansi perbankan mencakup dua sisi dari sebuah mata uang yaitu :
• Disatu sisi,akuntansi perbankan menyangkut bank sebagai pencipta uang sehingga pembahasannya bersentuhan dengan ekonomi moneter. Disisi lain,akuntansi perbankan membahas kedudukan bank sebuah rumah tangga perusahaan,yang secara esensial berurusan dengan sumber keuangan dan bagaimana menggunakannya sehingga penyajiannya menyangkut ekonomi keuangan.
• Lalu kedua sisi itu saling berhubungan satu sama lain. Penciptaan tenaga beli baru misalnya otomatis berimplikasi pada penggunaannya,begitu pula implementasi kebijakan moneter misalnya mengenai politik uang ketat pastilah dilakukan melalui sistem perbankan.

Selasa, 23 Maret 2010

MANAJEMEN PERBANKAN

Manajemen perbankan adalah bagaimana mengelola ketiga kelompok jasa dimaksud secara profesional dan simultan sehingga menghasilkan laba optimal.Manajemen perbankan dihadapkan pada berbagai upaya untuk menjaga kepercayaan masyarakat, dalam hal ini nasabahnya .
Mengelola perbankan harus dilakukan secara profesional. Mengelola bank sangat berbeda dengan mengelola usaha industri baik dilihat dari segi produk yang ditawarkan maupun dari segi waktu penawarannya
Mengemas produk perbankan tidak hanya terhadap produknya saja akan tetapi juga terhadap akurasi administrasi dan kesanggupan serta kecakapan para SDM bank tersebut untuk menjualnya

 Ada 3 kelompok jasa bank yang perlu dikelola yaitu :
1 . Funding(menghimpun dana),
2 . Lending(menyalurkan dana / kredit)
3 . Services(jasa bank lainnya)
Ketiga kelompok jasa dikelola secara bersamaan karena kelompok yang satu berkaitan dengan kelompok yang lain; bila tidak dikelola dengan profesional akan mengakibatkan kerugian bagi bank.

 Arti penting Manajemen bank umum :
1. Persaingan yang semakin ketat dalam bisnis an-tar bank (Lembaga Depositori) dan dengan LK lain.
2. Mayoritas aset bank adalah aset keuangan, sehingga lebih mudah disalahgunakan.
3. Sifat bisnisnya yang mengutamakan kerahasiaan & kepercayaan menuntut bank harus menerapkan prinsip kehati-hatian.
4. Peraturan yang sangat ketat terhadap perban-kan menuntut bank untuk kreatif dan inovatif.

 Fungsi yang diemban oleh bank2 komer-sial, dikelompokkan menjadi tiga macam:
1. Pembayaran: penyelesaian transaksi keuangan. Sistem pembayaran juga melibatkan penyelesaian transaksi kartu kredit, perbankan elektronik, transfer kawat & aspek lain dalam pergerakan dana.
2. Intermediasi keuangan: mendapatkan dana dari deposan & lainnya, & kemudian meminjamkan kepada para peminjam.
3. Jasa2 keuangan lain, meliputi: 1. menja-lankan aktivitas2 OBS, 2. aktivitas2 yang berkaitan dengan asuransi & sekuritas, & 3. jasa perbendaharaan.

 Dalam mencapai tujuannya, bank menghadapi sejumlah risiko, sehingga perlu mengelolanya dengan baik :
1. Risiko kredit: kemungkinan bahwa peminjam tidak memenuhi kewajiban2nya.
2. Risiko tingkat bunga: kemungkinan bahwa tingkat bunga pasar berubah & tidak menguntungkan bagi bank.
3. Risiko operasional: risiko yang berkaitan dengan munculnya problema yang berkaitan dengan penyerahan atau jasa suatu produk.
4. Risiko likuiditas: risiko yang berkaitan dengan kemampuan bank untuk memenuhi penarikan dana, baik dari deposan maupun peminjam.
5. Risiko harga: risiko yang berkaitan dengan pembentukan pasar, persetujuan, atau pengambilan posisi dalam sekuritas, derivatif, valas, atau instrumen keuangan lain.
6. Risiko kepatuhan: risiko yang muncul dari pelanggaran hukum, peraturan, dsb.
7. Risiko valas: risiko yang berkaitan dengan adanya perubahan kurs tukar valas yang dapat merugikan bank.
8. Risiko strategik: risiko yang muncul dari pembuatan keputusan bisnis yang jelek yang berpengaruh negatif terhadap nilai bank.
9. Risiko reputasi: risiko yang muncul dari opini publik atas bank. Opini negatif muncul dari pelayanan yang jelek, kegagalan melayani kebutuhan kredit masyarakat, dsb.

 Batasan2 yang dihadapi bank dalam mencapai tujuannya diklasifikasi menjadi:
1. Batasan2 pasar, meliputi: kondisi ekonomi (tingkat pertumbuhan), & persaingan.
2. Batasan2 sosial: sebagai inti dari sistem keuangan, bank ikut terlibat terhadap perekonomian yang sehat atas masyarakat yang dilayaninya.
3. Batasan2 hukum & peraturan, meliputi: batasan2 atas komposisi neraca, & batasan2 atas hubungan konsumen.

 Bank diklasifikasi berdasarkan berbagai macam perspektif, yaitu:
1. Berdasarkan Segi fungsinya yaitu :
1.Bank umum (komersial + syariah): bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberi-kan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
2. BPR: bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasar-kan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

2 . Berdasarkan Segi kepemilikannya yaitu :
1. Bank Pemerintah: bank yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah;
2. Bank swasta nasional: bank yang seba-gian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional Indonesia;
3. Bank koperasi: bank yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh perusahaan berbadan hukum koperasi;
4. Bank asing: bank yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh asing, baik swasta maupun pemerintah asing.
5. Bank campuran: bank yang modalnya dimiliki swasta nasional Indonesia dan asing, dan pada umumnya sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta Indonesia.



3 . Berdasarkan segi statusnya adalah :
1. Bank devisa: bank yang melaksanakan transaksi luar negeri atau transaksinya berhubungan dengan valas.
2. Bank nondevisa: bank yang tidak diperbolehkan melakukan transaksi dengan luar negeri atau berkaitan dengan valas.

 Berdasarkan segi cara menentukan harga, adalah :
1. Bank konvensional: bank yang dalam menentukan harganya menetapkan suatu tingkat bunga terte
2. Bank syariah: bank yang penentuan harganya tidak menetapkan suatu tingkat bunga tertentu tetapi didasarkan pada prinsip-prinsip syariah.

Minggu, 28 Februari 2010

PENGANTAR PERBANKAN

PENGANTAR PERBANKAN



1 . SEJARAH PERBANKAN

Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada saat itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda antara lain: De Javasche NV, De Post Paar Bank, De Algemenevolks Crediet Bank, Nederland Handles Maatscappij (NHM), Nationale Handles Bank (NHB), dan De Escompto Bank NV.Di samping itu, terdapat pula bank-bank milik pribumi, Cina, Jepang, dan Eropa lainnya. Bank-Bank tersebut antara lain: Bank Nasional Indonesia, Bank Abuah Saudagar, NV Bank Boemi, The matsui Bank, The Bank of China, dan Batavia Bank.Di zaman kemerdekaan perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan, antara lain:

a). Bank Negara Indonesia yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 kemudian menjadi BNI 1946

b). Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dari DE ALGEMENE VOLKCREDIET bank atau Syomin Ginko

c). Bank Surakarta MAI (Maskapai Adil Makmur) tahun 1945 di Solo.

d). Bank Indonesia di Palembang tahun 1946.

e). Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.

2 . PENGERTIAN PERBANKAN

Menurut UU Perbankan no. 10 tahun 1998,Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank,kelembagaan,kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.





3 . ASAS,FUNGSI DAN TUJUAN PERBANKAN INDONESIA



*ASAS

Perbankan Indonesia dalam melaksanakan kegitannya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati.

*FUNGSI

Fungsi utama perbankan adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat.

*TUJUAN

Perbankan Indonesia bertujuan menunjnag pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertubuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan rakyat banyak.







4 . FUNGSI DAN PERANAN BANK



* Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1998, fungsi bank di Indonesia adalah:

1. Sebagai tempat menghimpun dana dari masyarakat Bank bertugas mengamankan uang tabungan dan deposito berjangka serta simpanan dalam rekening koran atau giro.

2. Sebagai penyalur dana atau pemberi kredit Bank memberikan kredit bagi masyarakat yang membutuhkan terutama untuk usaha-usaha produktif.



*Peranan bank antara lain :

1. Agent of trust (agen kepercayaan)

2. Agent of development (agen pembangunan)

3. Agent of equallity (agen pemerataaan)

4. Agent of stabillitiy (agent stabilitas)

5. Agent of welfare (agen kesejahteraan)



5 . SUMBER DANA BANK



1. Berasal dari bank itu sendiri

a. Setoran modal dari pemegang saham

b. Cadangan-cadangan bank

c. Laba bank yang belum dibagikan



2. Berasal dari masyarakat

a. Giro (demand deposit)

b. Tabungan (saving deposit)

c. Deposito (time deposit)



3. Berasal dari lembaga lain

a. Kredit Likuidasi dari Bank Indonesia (KLBI)

b. Pinjaman antar bank

c. Pinjaman dari bank-bank luar negri

d. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)



6 . PENGGOLONGAN BANK



1. Berdasarkan fungsi

a. Bank Umum

b. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)



2. Berdasarakan kepemilikan

a. Pemerintah

b. Pemerintah Daerah

c. Swasta Nasional

d. Koperasi

e. Asing/Campuran



3. Berdasarkan bentuk hukum

a. Perusahaan Daerah

b. Persero

c. Perseroan Terbatas

d. Koperasi



4. Berdasarkan kegiatan usaha

a. Devisa

Dapat melakukan transaksi valuta asing

b. Non Devisa

Tidak dapat melakukan transaksi valuta asing



5. Berdasarkan pembayaran jasa

a. Berdasarkan bunga (konvensional)

b. Berdasarkan bagi hasil (syariah)

Kamis, 24 Desember 2009

NORMALISASI

NORMALISASI


Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke

dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di

dalam suatu organisasi.


Tujuan dari normalisasi

Ø Untuk menghilangkan kerangkapan data

Ø Untuk mengurangi kompleksitas

Ø Untuk mempermudah pemodifikasian data


Proses Normalisasi

Ø Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis

berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.

Ø Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu,

maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang

lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.


Sebuah tabel dikatakan baik (efisien) atau normal jika memenuhi 3 kriteria sbb:

1. Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman (Lossless-Join Decomposition). Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan / didekomposisi menjadi tabel-tabel baru, tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.

2. Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency Preservation).

3. Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form (BCNF) (-akan dijelaskan kemudian-)


Bentuk-bentuk Normal

1. Bentuk Normal Tahap Pertama (1st Normal Form / 1NF)

Ø Bentuk normal 1NF terpenuhi jika sebuah tabel tidak memiliki atribut bernilai banyak (multivalued attribute), atribut composite atau kombinasinya dalam domain data yang sama.

Ø Setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi lagi)


2 .Bentuk Normal Tahap Kedua (2nd Normal Form)

Ø Bentuk normal 2NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk 1NF, dan semua atribut selain primary key, secara utuh memiliki Functional Dependency pada primary key

Ø Sebuah tabel tidak memenuhi 2NF, jika ada atribut yang ketergantungannya (Functional Dependency) hanya bersifat parsial saja (hanya tergantung pada sebagian dari primary key)

Ø Jika terdapat atribut yang tidak memiliki ketergantungan terhadap primary key, maka atribut tersebut harus dipindah atau dihilangkan.


3 . Bentuk Normal Tahap Ketiga (3rd Normal Form /3NF)

Ø Bentuk normal 3NF terpenuhi jika telah memenuhi bentuk 2NF, dan jika tidak ada atribut non primary key yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key yang lainnya.

Ø Untuk setiap Functional Dependency dengan notasi X à A, maka:

Ø X harus menjadi superkey pada tabel tsb.

Ø Atau A merupakan bagian dari primary key pada tabel tsb.


4 . Boyce-Code Normal Form (BCNF)

Ø Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk: X à Y maka X adalah super key

Ø tabel tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi

Ø Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF . Perbedaannya, untuk functional dependency X à A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key.


5 . Bentuk Normal Tahap Keempat (4th Normal Form /4NF)

Ø Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tersebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued atribute

Ø Untuk setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional dependencies.


6 . Bentuk Normal Tahap Keempat (5th Normal Form /5NF)

Ø Bentuk normal 5NF terpenuhi jika tidak dapat memiliki sebuah lossless decomposition menjadi tabel-tabel yg lebih kecil.

Ø Jika 4 bentuk normal sebelumnya dibentuk berdasarkan functional dependency, 5NF dibentuk berdasarkan konsep join dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah di-dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil, harus bisa digabungkan lagi (join) untuk membentuk tabel semula.