Minggu, 03 Oktober 2010

Tugas 1 SIM (3DA04)

Bagaimana teknologi informasi memberi kontribusi pada makin singkatnya batas waktu transaksi bisnis,beri contohnya ?

Pada zaman sekarang ini perkembangan teknologi informasi sangat pesat sekarang ini. Yang sudah menjadi realita sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. Tujuan utama teknologi informasi seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat, baik legal maupun illegal dengan menghalalkan segala cara karena ingin memperoleh keuntungan.Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia bisnis yang revolusioner (digital revolution era) karena dirasakan lebih mudah, murah, praktis dan dinamis berkomunikasi dan memperoleh informasi. pengaruh teknologi telah menyusup ke semua sendi kehidupan. Mulai dari internet hingga sistem telepon dan kabel digital.
Dunia bisnis pun berubah. Inovasi teknologi membuat para wirausahawan dan perusahaan mampu menciptakan produk jasa baru,mengembangkan model bisnis baru,menggoncang industri lama, dan akhirnya mengubah cara berbisnis sehari-hari. Di era serba teknologi seperti sekarang, cara berkomunikasi dan melakukan transaksi bisnis yang efektif tidak selalu harus melalui cara bertatap muka meskipun hal itu bisa menimbulkan gugatan dari aspek budaya .Jaringan komunikasi yang berkembang demikian pesat telah banyak membantu umat manusia dan sejumlah perusahaan di jagat raya ini untuk saling berinteraksi dan melakukan transaksi bisnis satu sama lain.
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara pandang dan perilaku orang dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga bisa mengubah mekanisme kerja sebuah perusahaan. Adakalanya perkembangan teknologi informasi yang berlangsung dengan cepat bisa melampaui perkembangan perusahaan itu sendiri.
Oleh karena itu, perusahaan yang lambat dalam mengikut perkembangan teknologi bisa jadi akan tersisih dari dinamika masyarakat dan kemungkinan bisa kalah dalam persaingan usaha. Saat ini jaringan internet relatif sudah memasyarakat meskipun di Indonesia masih terbilang mahal untuk bisa memakai internet, bila dibandingkan dengan di negara maju .Teknologi informasi dibuat untuk memudahkan para penggunanya dalam mencatat suatu transaksi, menyimpannya dalam bentuk data, mentrasformasikannya menjadi informasi dan menyebarkannya kepada para pemakai informasi. Dalam dunia bisnis, teknologi informasi mempunyai dampak yang besar, misalnya suatu transaksi bisnis yang dicatat secara on-line akan diolah dan pada saat yang hampir bersamaan (real time) hasil pengolahan dan informasinya dapat dilihat, seperti yang lazim dilakukan nasabah Bank pada saat melakukan transaksi pada ATM. Pada saat informasi menjadi sangat penting dalam kegiatan bisnis, dengan dukungan teknologi informasi semakin menjadi mudah diperoleh tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
Banyak sekali para pengusaha berlomba-lomba untuk mengunggulkan produk usahanya ,salah satu faktor penting pebisnis untuk memenangkan persaingan adalah karakter. Maksudnya, karakter pebisnis yang bertanggung jawab dan responsif dalam menghadapi keadaan dan situasi bisnis sangat menentukan kesuksesan bisnisnya.    Sekarang internet semakin populer.banyak orang yang memasarkan bisnisnya menggunakan IT (Information Technology). Mereka menawarkan barang/jasa dengan lebih mudah dan cepat melalui website yang mereka gunakan. Karena dengan cara ini bisa di katakan lebih mempersingkat batas waktu transaksi bisnis terhadap masyarakat. Jadi tidak perlu promosi dari tempat ke tempat. dengan cara memberikan penawaran produk yang kreatif itu merupakan salah satu nilai tambah yang bias membedakan produk kita dengan produk yang lain, karena makin tinggi kreatifitas yang kita tunjukkan maka makin tinggi persaingan bisnis yang kita hadapi.

Contohnya : mempromosikan produk menggunakan teknologi informasi /internet Karena dengan cara ini bisa di katakan lebih mempersingkat batas waktu transaksi bisnis terhadap masyarakat

Sabtu, 18 September 2010

Nama saya rosandi hardiantini,,biasanya orang2 memanggil saya dengan panggilan "ocha".

Sabtu, 22 Mei 2010

MANAJEMEN PERBANKAN UMUM

MANAJEMEN PERBANKAN UMUM


1 . Karakteristik bank umum
Untuk memehami karakteristik bank umum(BU) terlebih dahulu perlu dicermati lapangan usahanya. Pasal 6 uu No 7/1992 jo UU No 10/1998 menyatakan bahwa usaha BU meliputi :
a) menghimpun dana dari masyarakat berbentuk simpanan berupa giro,deposito
b) menerbitkan surat pengakuan utang
c) memindahkan uang,baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.
d) Memberikan kredit

2 . Operasi kredit pasif
Sebelumn bank melakukan operasi kredit pada saat pendiriannya sudah ditentukan keharusan menyediakan sejumlah modal sendiri(equity). Modal sendiri itu mempunyai fungsi untuk :
1 . menutupi biaya pendirian
2 . memberi kepercayaan pada masyarakat untuk menaruh uangnya di bank.
3 . menutupi kemungkinan timbulnya kerugian.
4 . mempertinggi likuiditas dan solvabilitas.
5 . melakukan operasi kredit aktif yang lebih besar.

3 . Operasi kredit aktif
Operasi kredit aktif dalah kiat-kiat yang dilakukan oleh bank untuk mengelola dana yang dimiliknya secara aman dan menguntungkan. Karena itu perlu diatur strategi dan prioritas pengelolaan danayang dimiliki oleh bank,baik yang bersumber dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan.

Sumber keuntungan bank :
Sumber keuntungan bank sangat ditentukan oleh usaha yang dilakukan oleh bank seperti yang sudah dikemukakan.usaha itu dapat dikelompokan menjadi :
1 . pemberian kredit
2 . jual beli surat berharga
3 . jual beli valuta asing
4 . pemberian jasa-jasa.

Manajemen bank adalah bagaiman abank mengatur penggunaan dananya,yang disebabkan karena dana yang ada di bank sebagian besar milik orang lain.untuk itu diperlukan kebijaksanaan oleh bank dalam pengaturanpenggunaan dana tersebut. Kebijaksanaan ini terletak pada pemeliharaan keseimbangan yang tepat antara keinginan untuk memperoleh keuntungan(dengan jalan meminjamkan uangnya kepada orang lain atau menanamkannya dalam bentuk surat-surat berharga)dalam bentuk tingkata bunga dengan tujuan likuiditas dan solvabilitas bank.
Yang dimaksud dengan likuiditas disini adalah kemampuan bank tersebut membayar hutang-hutang jangka pendeknya. Pengukuran tingkat likuiditas ini dilakukan dengan membandingkan antara kewajiban(hutang) jangka pendek dengan alat-alat likuid.
Sedangkan solvabilitas adalah kemampuan untuk melunasi semua hutang-hutangnya (baik jangka pendek maupun jangka panjang).solvabilitas bank ini tergantung pada solvabilitas masing-masing langganannya

Jumat, 21 Mei 2010

ORGANISASI PERBANKAN

ORGANISASI PERBANKAN

1 . Organisasi Ekstern Perbankan
Organisasi perbankan meliputi semua persoalan mengenai susunan dalam dunia perbankan,baik secara individual maupun secara menyeluruh dalam suatu negara.organisasi ekstern membicarakan susunan perbankan secara keseluruhan,baik mengenai struktur,pemilikan maupun lapangan usaha bank-bank yang ada dalam suatu negara.
Organisasi perbankan di masing-masing negara tidak sama,perbedaan itu dapat dikembalikan pada 5 faktor yaitu :
a) sistem ekonomi yang dianut
b) sejarah perkembangan perbankan yang dialami
c) sistem perbankan
d) pemilikan bank
e) sifat dan tugas perkreditan yang dilakukan.

2 . Organisasi Intern Perbankan
Organisasi intern perbankan sangat bervariasi antara yang satu dengan yang lain,karena perbedaan besar kecilnya bank selera pimpinan dan sejarah perkembangan bank itu sendiri.
Jenis-jenis kantor bank :
a)kantor pusat
mengendalikan perencanaan,operasi dan pengawasan semua aktivitas usaha yang dilakukan oleh semua kantor cabangnya
b)kantor cabang penuh
menjalankan semua jenis usaha bank pusatnya dan menyelenggarakan tata usahanya sendiri.
c)kantor cabang pembantu
memberikan layanan secara terbatas
d)kantor kas kasmir
merupakan unit layanan yang paling kecil.

3 . Sistem Bank Sentral
Bamk sentral hanya terdapat dua macam sistem saja,yaitu sistem bank bercabang dan sistem bank tunggal.pada umumnya hampir semua negara menganut sistem bank bercabang. Ini berarti di sebuah negara hanya terdapat satu bank sentral dengan jaringan cabang-cabangnya,dimana dipandang perlu.mengingat peran bank sentral yang sangat fundamental dan strategis,yaitu menciptakan uang kartal dan memeliharastabilitas nilai uang,serta membina dan mengawasi beroperasinya bank-bank maka sudah merupakan gejalainternasional agar bank sentral dikuasai oleh pemerintah.
Bank sentral semula milik swasta dinasionalisasi.secara lebih rinci alasan nasionalisasi itu adalah sebagai berikut :
a)tugas bank sentral secara prinsipil menyangkut kepentingan umum,sehingga tidak tepat untuk diserahkan kepada pihak swasta
b)pemerintah semakin menyadari peranan bank sentral dalam menjalankan kebijakan moneter yang dapat berdampak luas di bidang ekonomi
c)bank sentral dalam menjalankan tugasnyabisa memperolh keuntungan yang besar atau sebaliknya mnederita kerugian yang tidak sedikit dan hal ini tidak wajar dinikmatiatau diserahkan kepada pihak swasta.

AKUNTANSI PERBANKAN

AKUNTANSI PERBANKAN

Dari lintasan timbulnya bank,telah diperoleh gambaran tentang apa yang disebut akuntansi perbankan.ada banyak definisi bank yang dikemukakan sesuai dengan tahap perkembangan bank. Definisi Menurut undang-undang pokok perbankan nomor 14 tahun 1967,bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam bentuk lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.

Tata perbankan di indonesia :
Ada semacam keharusan bagi setiap negara untuk menentukan hubungan dan kerja sama yang sebaik-baiknya antara pemerintah dan bank sentral.sejauh mana pemerintah mengambil peran dalam menetukan kebijakan moneter,serta bagaimana bank sentral membina dan mengawasi bank-bank,baik milik pemerintah,swasta asing maupun campuran tercermin dalam struktur perbankan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Struktur perbankan zaman hindia belanda berpengaruh besar terhadap struktur perbankan setelah kemerdekaan. Struktur perbankan pada awal kemerdekaan juga dipengaruhi oleh faktor lain yaitu :
1 . inflasi yang kronis melanda kehidupan ekonomi indonesia.
2 . tabungan nasional sangat rendah.
3 . sustem pembayaran yang mengutamakan uang kartal,peranan uang giral masih sangat kecil.
4 . dunia perbankan juga menghadapi kesulitan yang terdidik.
5 . kedudukan bank devisa yang sabgat dominan dan berpusat di jakarta.
6 . Lokasi geografis bank-bank yang berpusat di jawa,terutama di jakarta.
7 . Organisasi perhimpunan ban-bank belum cukup memberikan kesempatan untuk melatih tenaga perbankan dan usaha ke arah pengembanagn dunia perbankan.

Fungsi dalam akuntansi perbankan :
1 . Fungsi perantara yaitu penyediaan kemudahan untuk aliran dana dari mereka yang mempunyai dana nganggur atau kelebihan dana selaku penabung (saver( atau pemberi pinjaman (lender) kepada mereka yang memerlukan atau kekuranagn dana untuk memenuhiberbagai kepentingannya selakupeminjam (borrower).
2 . Fungsi Transmisi yaitu berkaitan dengan peranan bank dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang dengan menciptakan instrumen keuangan seperti penciptaan uang kartal oleh bank sentral,uang giral yang dapat diambil atau dipindahtangankan dengan menggunakan cek atau bilyet giro yang dilakukan oleh bank umum.

Jenis-jenis perbankan :
1 . ada tidaknya hak untuk menciptakan tenaga beli baru.
2 . fungsi
3 . kepemilikan

Sasaran sistem akuntansi perbankan :
1 . sebagai sistem akuntansi manajemen
2 . sebagai sistem costing
3 . sebagai sistem pengawasan
4. sebagai sistem laporan kepada penguasa moneter

Akuntansi perbankan mencakup dua sisi dari sebuah mata uang yaitu :
• Disatu sisi,akuntansi perbankan menyangkut bank sebagai pencipta uang sehingga pembahasannya bersentuhan dengan ekonomi moneter. Disisi lain,akuntansi perbankan membahas kedudukan bank sebuah rumah tangga perusahaan,yang secara esensial berurusan dengan sumber keuangan dan bagaimana menggunakannya sehingga penyajiannya menyangkut ekonomi keuangan.
• Lalu kedua sisi itu saling berhubungan satu sama lain. Penciptaan tenaga beli baru misalnya otomatis berimplikasi pada penggunaannya,begitu pula implementasi kebijakan moneter misalnya mengenai politik uang ketat pastilah dilakukan melalui sistem perbankan.

Selasa, 23 Maret 2010

MANAJEMEN PERBANKAN

Manajemen perbankan adalah bagaimana mengelola ketiga kelompok jasa dimaksud secara profesional dan simultan sehingga menghasilkan laba optimal.Manajemen perbankan dihadapkan pada berbagai upaya untuk menjaga kepercayaan masyarakat, dalam hal ini nasabahnya .
Mengelola perbankan harus dilakukan secara profesional. Mengelola bank sangat berbeda dengan mengelola usaha industri baik dilihat dari segi produk yang ditawarkan maupun dari segi waktu penawarannya
Mengemas produk perbankan tidak hanya terhadap produknya saja akan tetapi juga terhadap akurasi administrasi dan kesanggupan serta kecakapan para SDM bank tersebut untuk menjualnya

 Ada 3 kelompok jasa bank yang perlu dikelola yaitu :
1 . Funding(menghimpun dana),
2 . Lending(menyalurkan dana / kredit)
3 . Services(jasa bank lainnya)
Ketiga kelompok jasa dikelola secara bersamaan karena kelompok yang satu berkaitan dengan kelompok yang lain; bila tidak dikelola dengan profesional akan mengakibatkan kerugian bagi bank.

 Arti penting Manajemen bank umum :
1. Persaingan yang semakin ketat dalam bisnis an-tar bank (Lembaga Depositori) dan dengan LK lain.
2. Mayoritas aset bank adalah aset keuangan, sehingga lebih mudah disalahgunakan.
3. Sifat bisnisnya yang mengutamakan kerahasiaan & kepercayaan menuntut bank harus menerapkan prinsip kehati-hatian.
4. Peraturan yang sangat ketat terhadap perban-kan menuntut bank untuk kreatif dan inovatif.

 Fungsi yang diemban oleh bank2 komer-sial, dikelompokkan menjadi tiga macam:
1. Pembayaran: penyelesaian transaksi keuangan. Sistem pembayaran juga melibatkan penyelesaian transaksi kartu kredit, perbankan elektronik, transfer kawat & aspek lain dalam pergerakan dana.
2. Intermediasi keuangan: mendapatkan dana dari deposan & lainnya, & kemudian meminjamkan kepada para peminjam.
3. Jasa2 keuangan lain, meliputi: 1. menja-lankan aktivitas2 OBS, 2. aktivitas2 yang berkaitan dengan asuransi & sekuritas, & 3. jasa perbendaharaan.

 Dalam mencapai tujuannya, bank menghadapi sejumlah risiko, sehingga perlu mengelolanya dengan baik :
1. Risiko kredit: kemungkinan bahwa peminjam tidak memenuhi kewajiban2nya.
2. Risiko tingkat bunga: kemungkinan bahwa tingkat bunga pasar berubah & tidak menguntungkan bagi bank.
3. Risiko operasional: risiko yang berkaitan dengan munculnya problema yang berkaitan dengan penyerahan atau jasa suatu produk.
4. Risiko likuiditas: risiko yang berkaitan dengan kemampuan bank untuk memenuhi penarikan dana, baik dari deposan maupun peminjam.
5. Risiko harga: risiko yang berkaitan dengan pembentukan pasar, persetujuan, atau pengambilan posisi dalam sekuritas, derivatif, valas, atau instrumen keuangan lain.
6. Risiko kepatuhan: risiko yang muncul dari pelanggaran hukum, peraturan, dsb.
7. Risiko valas: risiko yang berkaitan dengan adanya perubahan kurs tukar valas yang dapat merugikan bank.
8. Risiko strategik: risiko yang muncul dari pembuatan keputusan bisnis yang jelek yang berpengaruh negatif terhadap nilai bank.
9. Risiko reputasi: risiko yang muncul dari opini publik atas bank. Opini negatif muncul dari pelayanan yang jelek, kegagalan melayani kebutuhan kredit masyarakat, dsb.

 Batasan2 yang dihadapi bank dalam mencapai tujuannya diklasifikasi menjadi:
1. Batasan2 pasar, meliputi: kondisi ekonomi (tingkat pertumbuhan), & persaingan.
2. Batasan2 sosial: sebagai inti dari sistem keuangan, bank ikut terlibat terhadap perekonomian yang sehat atas masyarakat yang dilayaninya.
3. Batasan2 hukum & peraturan, meliputi: batasan2 atas komposisi neraca, & batasan2 atas hubungan konsumen.

 Bank diklasifikasi berdasarkan berbagai macam perspektif, yaitu:
1. Berdasarkan Segi fungsinya yaitu :
1.Bank umum (komersial + syariah): bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberi-kan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
2. BPR: bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasar-kan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

2 . Berdasarkan Segi kepemilikannya yaitu :
1. Bank Pemerintah: bank yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah;
2. Bank swasta nasional: bank yang seba-gian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional Indonesia;
3. Bank koperasi: bank yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh perusahaan berbadan hukum koperasi;
4. Bank asing: bank yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh asing, baik swasta maupun pemerintah asing.
5. Bank campuran: bank yang modalnya dimiliki swasta nasional Indonesia dan asing, dan pada umumnya sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta Indonesia.



3 . Berdasarkan segi statusnya adalah :
1. Bank devisa: bank yang melaksanakan transaksi luar negeri atau transaksinya berhubungan dengan valas.
2. Bank nondevisa: bank yang tidak diperbolehkan melakukan transaksi dengan luar negeri atau berkaitan dengan valas.

 Berdasarkan segi cara menentukan harga, adalah :
1. Bank konvensional: bank yang dalam menentukan harganya menetapkan suatu tingkat bunga terte
2. Bank syariah: bank yang penentuan harganya tidak menetapkan suatu tingkat bunga tertentu tetapi didasarkan pada prinsip-prinsip syariah.

Minggu, 28 Februari 2010

PENGANTAR PERBANKAN

PENGANTAR PERBANKAN



1 . SEJARAH PERBANKAN

Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada saat itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda antara lain: De Javasche NV, De Post Paar Bank, De Algemenevolks Crediet Bank, Nederland Handles Maatscappij (NHM), Nationale Handles Bank (NHB), dan De Escompto Bank NV.Di samping itu, terdapat pula bank-bank milik pribumi, Cina, Jepang, dan Eropa lainnya. Bank-Bank tersebut antara lain: Bank Nasional Indonesia, Bank Abuah Saudagar, NV Bank Boemi, The matsui Bank, The Bank of China, dan Batavia Bank.Di zaman kemerdekaan perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan, antara lain:

a). Bank Negara Indonesia yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 kemudian menjadi BNI 1946

b). Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dari DE ALGEMENE VOLKCREDIET bank atau Syomin Ginko

c). Bank Surakarta MAI (Maskapai Adil Makmur) tahun 1945 di Solo.

d). Bank Indonesia di Palembang tahun 1946.

e). Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.

2 . PENGERTIAN PERBANKAN

Menurut UU Perbankan no. 10 tahun 1998,Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank,kelembagaan,kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.





3 . ASAS,FUNGSI DAN TUJUAN PERBANKAN INDONESIA



*ASAS

Perbankan Indonesia dalam melaksanakan kegitannya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati.

*FUNGSI

Fungsi utama perbankan adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat.

*TUJUAN

Perbankan Indonesia bertujuan menunjnag pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertubuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan rakyat banyak.







4 . FUNGSI DAN PERANAN BANK



* Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1998, fungsi bank di Indonesia adalah:

1. Sebagai tempat menghimpun dana dari masyarakat Bank bertugas mengamankan uang tabungan dan deposito berjangka serta simpanan dalam rekening koran atau giro.

2. Sebagai penyalur dana atau pemberi kredit Bank memberikan kredit bagi masyarakat yang membutuhkan terutama untuk usaha-usaha produktif.



*Peranan bank antara lain :

1. Agent of trust (agen kepercayaan)

2. Agent of development (agen pembangunan)

3. Agent of equallity (agen pemerataaan)

4. Agent of stabillitiy (agent stabilitas)

5. Agent of welfare (agen kesejahteraan)



5 . SUMBER DANA BANK



1. Berasal dari bank itu sendiri

a. Setoran modal dari pemegang saham

b. Cadangan-cadangan bank

c. Laba bank yang belum dibagikan



2. Berasal dari masyarakat

a. Giro (demand deposit)

b. Tabungan (saving deposit)

c. Deposito (time deposit)



3. Berasal dari lembaga lain

a. Kredit Likuidasi dari Bank Indonesia (KLBI)

b. Pinjaman antar bank

c. Pinjaman dari bank-bank luar negri

d. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)



6 . PENGGOLONGAN BANK



1. Berdasarkan fungsi

a. Bank Umum

b. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)



2. Berdasarakan kepemilikan

a. Pemerintah

b. Pemerintah Daerah

c. Swasta Nasional

d. Koperasi

e. Asing/Campuran



3. Berdasarkan bentuk hukum

a. Perusahaan Daerah

b. Persero

c. Perseroan Terbatas

d. Koperasi



4. Berdasarkan kegiatan usaha

a. Devisa

Dapat melakukan transaksi valuta asing

b. Non Devisa

Tidak dapat melakukan transaksi valuta asing



5. Berdasarkan pembayaran jasa

a. Berdasarkan bunga (konvensional)

b. Berdasarkan bagi hasil (syariah)